Pengertian WEB 2.0

Sederhananya, web 2.0 adalah klasifikasi dari web (yang kemudian berevolusi menjadi lebih dari sekedar klasifikasi: sebuah era) yang membuat ‘semua orang’ yang terhubung ke web mampu menyediakan dan mendistribusikan konten (teks, grafis, dll) di web. Website yang membuat orang dapat berbagi konten di web dengan mudahnya (tidak perlu pengetahuan pemrograman web pun bisa berbagi data di web) adalah web 2.0: Blog, Photo Sharing (flickr), Video Sharing (You Tube), Presentation Sharing , Social Networking (facebook, friendster, linkedIn, etc) dll.

Sementara esensi penting dari web 2.0 adalah partisipasi user, web 2.0 sebagai suatu era juga membawa berbagai hal yang menjadi ciri khas dan klasifikasi spesifik web 2.0:

Folksonomy (tagging), bukan taxonomy (category).

Web sebagai platform. Web menjadi platform dimana user berinteraksi dan berpartisipasi. Inilah mengapa cloud computing seperti zoro dan google docktermasuk Web 2.0

Memanfaatkan kecerdasan kolektif. The wisdom of crowd. Partisipasi user dimanfaatkan untuk tujuan bersama. contoh dari poin ini: Ranking artikel di digg(atau Lintas beritapada versi indonesia), dan sistem editing wikipedia.

Akhir dari perputaran release software: Software terus di update sesuai dengan kebutuhan user. Sekarang anda tahu mengapa label beta di gmail masih ada hingga detik ini kan?

Model Pemrograman yang mudah untuk di kolaborasikan: Facebook , teknologi RSS Feed, Mashup site seperti hosingmaps yang mengandalkan API Google Maps dan data craiglist, dll.

Rich User Experiences : pengalaman penggunaan software yang kaya (susah sekali menemukan padanan katanya. Ada usulan?). Thanks to AJAX, teknik pemrograman kombinasi antara xhtml, css, DOM, XMLHttpRequest, XML yang disatukan oleh JavaScript yang membuat antar muka web menjadi semakin ‘mendekati’ antarmuka desktop. NOTE: penggunaan teknik AJAX ini juga menjadi salah satu ‘trend’ dalam berbagai aplikasi web 2.0. Hal ini dipicu oleh teknik yang dilakukan Gmail.

WEB 3.0

Web 3.0 adalah generasi ketiga dari layanan internet berbasis web. Konsep Web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001. Web 3.0 berhubungan dengan konsep Web Semantik, yang memungkinkan isi web dinikmati tidak hanya dalam bahasa asli pengguna, tapi juga dalam bentuk format yang bisa diakses oleh agen-agen software. Beberapa ahli bahkan menamai Web 3.0 sebagai Web Semantik itu sendiri.

Keunikan dari Web 3.0 adalah konsep dimana manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa meminta Web untuk mencari suatu data spesifik tanpa bersusah-susah mencari satu per satu dalam situs-situs Web. Web 3.0 juga mampu menyediakan keterangan-keterangan yang relevan tentang informasi yang ingin kita cari, bahkan tanpa kita minta.

Web 3.0 terdiri dari:

  • Web semantik
  • Format mikro
  • Pencarian dalam bahasa pengguna
  • Penyimpanan data dalam jumlah besar
  • Pembelajaran lewat mesin
  • Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web

Web 3.0 menawarkan metode yang efisien dalam membantu  kompute data dengan kapasitas yang luar biasa besar. mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Web 3.0 juga memungkinkan fitur Web menjadi sebuah sarana penyimpanan

Walaupun masih belum sepenuhnya direalisasikan, Web 3.0 telah memiliki beberapa standar operasional untuk bisa menjalankan fungsinya dalam menampung metadata, misalnya Resource Description Framework (RDF) dan the Web Ontology Language (OWL). Konsep Web Semantik metadata juga telah dijalankan pada Yahoo’s Food Site, Spivack’s Radar Networks, dan sebuah development platform, Jena.

HTML5

Apa itu HTML5 ?? HTML5 adalah standar terbaru dari bahasa pemrograman HTML (Hypertext Markup Language). Sedangkan versi atau standar HTML yang digunakan sekarang adalah HTML 4.01. HTML5 bertujuan untuk mengurangi kebutuhan pemakaian plug-in yang berbasis aplikasi Internet yang kaya (RIA) teknologi seperti Adobe Flash, Microsoft Silverlight, dan Sun JavaFX.

Intinya adalah jika dulu untuk memutar video, musik, dan konten-konten lainnya kita harus menginstal plugin, add-on atau progran tambahan seperti flash player atau silverlight, maka dengan HTML5 kita bisa menjalankan konten-konten tersebut tanpa tambahan lagi. Beberapa video di Youtube bahkan sudah dapat diputar tanpa flash player di Google Chrome terbaru.

HTML5 juga akan mendukung penuh Sestematic dan Web Ada banyak lagi fungsi dan hal yang bisa dilakukan dengan HTML5 ini. Yang pasti para developer web akan sangat dimudahkan.

AJAX

Asynchronous JavaScript and XMLHTTP, atau disingkat AJaX, adalah suatu teknik pemrograman berbasis web untuk menciptakan apliklasi  interaktif. Tujuannya adalah untuk memindahkan sebagian besar interaksi pada komputer web surfer, melakukan pertukaran data dengan server di belakang layar, sehingga halaman web tidak harus dibaca ulang secara keseluruhan setiap kali seorang pengguna melakukan perubahan. Hal ini akan meningkatkan interaktivitas, kecepatan, dan usability. Ajax merupakan kombinasi dari:

  • DOM yang diakses dengan client side scripting language, seperti VBScript dan implementasi ECMAScript seperti  Java Script dan JScript, untuk menampilkan secara dinamis dan berinteraksi dengan informasi yang ditampilkan
  • Objek  XMLHTTPdari Microsoft atau XMLHttpRequest yang lebih umum di implementasikan pada beberapa browser. Objek ini berguna sebagai kendaraan pertukaran data asinkronus dengan web server. Pada beberapa framework AJAX, element HTML IFrame lebih dipilih daripada XMLHTTP atau XMLHttpRequest untuk melakukan pertukaran data dengan web server.
  • XML umumnya digunakan sebagai dokumen transfer, walaupun format lain juga memungkinkan, seperti HTML, plain text. XLM dianjurkan dalam pemakaian teknik AJaX karena kemudahan akses penanganannya dengan memakai DOM
  • JSON dapat menjadi pilihan alternatif sebagai dokumen transfer, mengingat JSON adalah JavaScript itu sendiri sehingga penanganannya lebih mudah

Seperti halnya DHTML, LAMP, atau SPA, Ajax bukanlah teknologi spesifik, melainkan merupakan gabungan dari teknologi yang dipakai bersamaan. Bahkan, teknologi turunan/komposit yang berdasarkan Ajax, seperti AFLAX sudah mulai bermunculan

GWT

Google Web Toolkit adalah salah satu engine buatan om google, GWT ini adalah engine yang mengGenerate kode Java menjadi JavaScript,, dan GWT ini berbasis AJAX. Tujuan GWT adalah untuk memungkinkan pengembangan aplikasi web yang produktif berkinerja tinggi tanpa pengembang harus menjadi ahli di browser quirks, XMLHttpRequest, dan JavaScript. GWT digunakan oleh banyak produk di Google, termasuk Google Wave dan versi baru AdWords selain itu program dari hasil GWT ini yang sering kita pakai adalah google mail dan yang pasti search engine google pake GWT. Syarat untuk menggunakan GWT ini adalah mempunyai account Google (Gmail). Tool penting yang ada dalam Google Webmaster Tools (GWT) ini antara lain :

* Submit Sitemap (Mendaftarkan sitemap ke Google)
* Top Search Quaries (Mengetahui berapa banyak hasil pencarian dan berapa banyak yang menghasilkan pengunjung)
* Links to your site (Mengetahui berapa banyak melakukan link ke dalam website / blog)
* Crawl errors (Informasi dari Google apakah ada error atau kesalahan saat meng-crawl website)
* HTML suggestions (Informasi saran yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan performa website dalam hal SEO)

Webmaster tools merupakan salah satu senjata yang cukup ampuh untuk mengimplementasikan teknik-teknik Search Engine Optimization (SEO). Apa fungsi menggunakan Webmaster tools ini ? Minimal ada 3 fungsi utama yaitu :

1. Mendaftarkan URL (Url Submit) ke Search Engine yang bersangkutan

2. Mudah untuk melakukan submit Sitemap

3. Memantau Search Engine dalam peng-index-an atau crawling

Lalu Webmaster tools apa yang harus kita prioritaskan untuk dicoba ? Paling tidak ada 3 tools yang wajib dicoba :

1. Google Webmaster Tools (GWT)

GWT merupakan tools yang paling senior dan paling lengkap feature nya.

Syarat untuk menggunakan GWT ini adalah mempunyai account Google (Gmail).

Tool penting yang ada dalam Google Webmaster Tools (GWT) ini antara lain :

  • Submit Sitemap (Mendaftarkan sitemap ke Google)
  • Top Search Quaries (Mengetahui berapa banyak hasil pencarian dan berapa banyak yang menghasilkan pengunjung)
  • Links to your site (Mengetahui berapa banyak melakukan link ke dalam website / blog)
  • Crawl errors (Informasi dari Google apakah ada error atau kesalahan saat meng-crawl website)
  • HTML suggestions (Informasi saran yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan performa website dalam hal SEO)

Cara Menggunakan GWT adalah :

1. Lakukan Sign In menggunakan Google Account, atau klik tombol Create an account now

2. Setelah masuk ke dalam halaman GWT, klik tombol Add a site. . .

3. Masukkan URL website atau blog, lalu klik tombol Continue

4. Pada halaman Verify ownership, lakukan verifikasi dengan pilihan cara :

Meta tag : dengan cara memasukkan code verifikasi setelah <head> tetapi sebelum <body>

Contoh :

<html>

<head>

<meta name=”google-site-verification” content=”fq7ksM8G3aew” />

<title> My title </title>

</head>

<body>

page contents

</body>

</html>

– Upload an HTML file : dengan cara mengupload file html ke server

– Add a DNS record : dengan cara menambahkan record pada pengaturan DNS (Domain Name Server)

6. Lalu klik tombol Verify

7. Silahkan mulai melakukan eksplorasi Google Webmaster Tools

Iklan